LEBAK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak terus menggenjot rehabilitasi jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Cipanas. Proyek tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperlancar akses transportasi masyarakat. 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, H. Dade, menyampaikan bahwa pembangunan jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Lebak.

“Perbaikan jalan ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan. Kami berharap proses pengerjaan berjalan lancar dan selesai tepat waktu,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Hamdan, menjelaskan anggaran perawatan jalan dan jembatan tahun 2026 untuk wilayah luar kota mencapai Rp3,9 miliar. Sedangkan untuk wilayah dalam kota, khusus perawatan jembatan, dialokasikan sekitar Rp800 juta. ‎

“Anggaran perawatan kita bagi dua. Luar kota Rp3,9 miliar, dalam kota untuk jembatan di angka Rp800 jutaan. Progres sudah 30 persen,”_ kata Hamdan. ‎ ‎

Menurut Hamdan, pekerjaan difokuskan pada sejumlah ruas jalan strategis kabupaten yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.

“Kita orientasi ke ruas Rangkasbitung–Malingping, Rangkasbitung–Gajrug, kemudian jalur tengah Leuwidamar–Pasar Kupa. Selanjutnya ruas Wanasalam dan Tambang–Cibayawak–Ciawi,”jelasnya.

Hamdan menegaskan, penanganan diprioritaskan pada 15 titik yang dinilai paling mendesak dan kerap dilalui kendaraan berat.

‎“Kalau titik, kita konsentrasi di 15 titik. Itu yang kondisinya paling mendesak dan dilalui kendaraan berat,” katanya.

‎‎Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi pemeliharaan berkala, penambalan lubang jalan, perbaikan bahu jalan, drainase, hingga perawatan jembatan.

‎‎Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum akhir tahun guna menjaga konektivitas antar kecamatan, terutama menjelang musim hujan. ‎‎

“Kami minta masyarakat bersabar selama pekerjaan berlangsung. Pengendara diminta hati-hati di lokasi proyek dan menghindari muatan berlebih saat perkerasan baru selesai dikerjakan,”tutup Hamdan.

Di lokasi, Dede selaku penanggung jawab pekerjaan lapangan menerangkan, saat ini pengerjaan telah bergeser ke wilayah Kecamatan Cipanas, setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Kalanganyar.‎‎

“Untuk saat ini kami baru saja bergeser ke wilayah Kecamatan Cipanas, yang sebelumnya mengerjakan di wilayah Kecamatan Kalanganyar. Kebetulan untuk progres di Kecamatan Kalanganyar sudah mencapai sekitar 90 persen. Sementara 10 persen sisanya kami fokuskan untuk pengecekan akhir atau finishing,” ungkapnya pada awak media, Juma’at 8/5/2026.