Kabupaten Bekasi — Ketua Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Kota Bekasi, Ahmad Syahbana, menyayangkan sikap Ketua DPC PPP Kota Bekasi terpilih, Nawal Husni, yang tidak hadir secara langsung dalam agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC yang diserahkan oleh Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.
Menurut Ahmad Syahbana, penyerahan SK tersebut merupakan momentum penting karena dilakukan secara bersama-sama kepada seluruh ketua DPC PPP terpilih se-Jawa Barat. Namun, Nawal Husni justru disebut mewakilkan pengambilan SK tersebut kepada pihak lain.
“Ini tentu sangat kami sayangkan. Penyerahan SK bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol tanggung jawab dan komitmen seorang ketua terhadap organisasi yang akan dipimpinnya,” ujar Ahmad Syahbana kepada awak media.
Ia menilai, kehadiran langsung dalam pengambilan SK merupakan bentuk penghormatan kepada partai sekaligus kepada pimpinan DPW yang menyerahkan mandat kepengurusan.
“Bagaimana kita bisa berharap adanya kepedulian dan totalitas dalam membesarkan partai jika pada momentum penting seperti pengambilan SK saja tidak hadir secara langsung. Padahal SK tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPW Jawa Barat, Bapak Uu Ruzhanul Ulum, kepada para ketua DPC terpilih se-Jawa Barat,” katanya.
Ahmad menegaskan bahwa kader PPP membutuhkan figur pemimpin yang menunjukkan keseriusan dan komitmen sejak awal masa kepemimpinannya. Menurutnya, pengambilan SK secara langsung merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus penghormatan terhadap proses organisasi yang telah berjalan.
“Kader tentu ingin melihat kesungguhan pemimpinnya. Momentum seperti ini seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut legitimasi kepemimpinan dan masa depan partai di daerah,” tambahnya.
Meski demikian, Ahmad berharap polemik tersebut dapat menjadi bahan evaluasi ke depan agar seluruh jajaran pengurus DPC PPP Kota Bekasi dapat lebih fokus membangun soliditas organisasi dan mengembalikan kepercayaan kader maupun masyarakat terhadap partai.
“Kita ingin PPP Kota Bekasi semakin kuat dan solid. Karena itu, setiap pemimpin harus menunjukkan keteladanan, komitmen, dan kepedulian terhadap setiap agenda strategis partai,” pungkasnya.
