SERANG – Ratusan guru SMP swasta yang tergabung dalam Forum Komunikasi SMP Swasta (FKSS) Kabupaten Serang kembali mengangkat suara. Tuntutan insentif yang mereka ajukan sejak 2016 belum juga direspons Bupati, meski sudah melewati jalur resmi dan berbagai prosedur.

FKSS mewakili 116 SMP swasta di 29 kecamatan berharap Bupati Serang periode 2025–2030, Ratu Rachmatuzakiyah, bersama Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas, segera membuka ruang dialog dan memberi kepastian bagi ribuan guru swasta.

Ketua FKSS, Ijet Supardi, menegaskan perjuangan ini bukan sekadar soal nominal. “Kami sudah berkirim surat, mengajukan audiensi, dan bertemu pejabat Dinas Pendidikan. Sekdis dan Kabid berkomitmen membantu, tapi kami butuh keputusan Bupati,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Menurutnya, insentif adalah bentuk penghargaan atas dedikasi guru swasta yang turut mencerdaskan anak bangsa. “Kami hanya minta perhatian yang sama seperti guru negeri,” tambahnya.

Wakil Ketua FKSS, Saepul Rohman, mengajak seluruh anggota tetap solid. “Jangan diam. Gunakan semua jaringan untuk mendorong pemerintah. Kita harus kompak agar tujuan ini tercapai,” tegasnya.

FKSS mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan yang membantu proses advokasi, namun menegaskan bahwa keputusan akhir tetap ada di tangan Bupati.