jakarta – perjuangan seorang dokter spesialis penyakit dalam,dr.Adji Suprajitno asal kelahiran jogyakarta tahun 1951 yang merupakan dokter senior di ilmu kedokteran.
saat berbincang dengan awak media beliau juga pernah menjabat sebagai dokter pribadi keluarga presiden Soeharto, dan juga pernah menjadi direktur RSDPP dimasa itu.
jakarta,30/12/2025.
saat ini dr.Adji,seorang dokter senior sedang berjuang mencari keadilan terkait tanah yang berlokasi didaerah Kemang raya Jakarta Selatan.
“menurut pengakuan Dr.Adji tanah tersebut peninggalan almarhum Ayah.Abdurahman Aluwi, berdasarkan Surat Segel jual beli dengan nomer khoir girik objek 248 dengan luasan tanah 15.080 M2.menurutnya tanah tersebut di beli oleh almarhum ayah,pada tahun 1959 dari pemilik sebelumnya, H.Sainin.Bin R.A.
iya pun mengatakan bahwa dirinya mengetahui beberapa Aset milik Almarhum orang tua mulai dari tahun 2017, saat itu beliau berniat ingin merapihkan dokumen milik Almarhum Ayah yang disimpan rapih di lemari tua milik Almarhum.
dr.Adji saat mengetahuin hal tersebut mencoba untuk mengkroscek akan kebenaran surat tersebut mulai mencari tahu kepada kantor kelurahan dan kecamatan setempat guna memastikan kebenaran dan lokasi tanah tersebut.
namun menurut pengakuan,dr.adji,saat ditelusuri tanah peninggalan.Alm.ayah tersebut sudah berdiri beberapa bangunan salah satunya gedung (Lembaga Pendidikan perbankan indonesia) LPPI.
padahal menurutnya, Alm.Ayah “meninggal pada tahun yang sama cuma bulan yang berbeda hanya selisih satu bulan dari surat jual beli tanah itu diterbitkan dengan meninggalnya Alm.Abdurahman, jadi sangat mustahil sekali kalo Alm.ayah saya menjual kembali tanah tersebut dengan jangka waktu tersebut.”ujarnya.
“Selain itu dr aji pun sempat menghampiri kantor kelurahan, menyankan terkait pelepasan Hak Atas tanah tersebut terhadap bangunan yang berdiri di tanah milik Alm.ayahnya,
seolah ditutupi oleh para oknum pejabat baik di wilayah kelurahan sampai Badan pertanahan diwilayah kemang raya jakarta selatan.
dr adji pun sempat mengajukan gugatan kepengadilan jakarta. dengan no perkara 715/pdt.G/2017/PN.jkt.pst.untuk mendapatkan keadilan,
namun lagi-lagi seorang dokter senior ini tidak pernah mendaptkan keadilan dengan seadil adilnya padahal Legal Standing untuk majunya kegugatan secara formil sudah terpenuhi bahkan saat sidang pembuktian dimuka Hakim Dr adji menyampaikan serta menunjukan data kepemilikan yang sah bahwa dirinya adalah Ahliwaris dari.Alm.abdurahman Aluwi.
bahkan saat diminta surat riwayat tanah serta batas batas tanah terdahulu Dr.adji dengan gamblang mengungkapkan dimuka hakim diruang persidangan tersebut,saat itu hakim hanya terdiam dengan menganggukan kepalanya,
namun yang menjadi ganjalan di hati saya sampai saat ini kenapa tiba tiba gugatan tersebut dihentikan oleh kepala pengadilan dengan alasan menolak gugatan dr adji untuk seluruhnya,”ungkapnya.
sayapun tidak berhenti sampai situ untuk memperjuangkan hak tanah tersebut,
“Saya melakukan upaya banding kepengadilan Tinggi jakarta dengan perkara Nomor 108/PDT/2018/PT.DKI,dengan hasil daripada upaya banding pengadilan tinggi DKI jakarta Membatalkan putusan pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan menjatuhkan amar putusan bahwa gugatan tidak dapat diterima( niet ontvankelijk verklaard/ NO).
dengan pertimbangan Majelis Hakim banding antara lain menyatakan bahwa sdr.Dr.Adji tidak menguraikan secara rinci letak,luas,dan jelas akan batas batas objek tanah tersebut, menurut majelis Hakim, “kata,Dr.Adji.
saya berharap keluhan saya ini sampai kepada, Presiden Ri saat ini,Bpk Prabowo subianto,saya ingin mendapatkan keadilan yang seadil adilnya dalam perkara ini karena saya bingung saat ini mau mengeluh kepada siapa dan meminta bantu kesiapa seolah keadilan tidak berpihak kepada rakyat kecil.”tuturnya.
“kami inginkan keadilan dan transparan dari para penegak hukum, saya hanya ingin jelas duduk perkara yang sedang saya perjuangkan ini, karena ini adalat aset peninggalan Alm.ayah saya,dan saya akan terus perjuangkan hak Alm.ayah saya.
semoga keluhan ini didengar oleh para penegak hukum yang baik dan tidak memandang materil dimuka sehingga saya yakin diluaran sana banyak sekali masyarakat kecil seperti saya saat ini yang membutuhkan keadilan yang seadil adilnya,”Ungkapnya.
