SERANG — Musibah cuaca ekstrem menimpa Sri Rahayu, warga Kampung Cembeh, RT 02/RW 01, Desa Ciruas, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Rumah tempat tinggalnya roboh akibat hujan deras disertai angin kencang. Ironisnya, hingga tiga hari pascakejadian, belum terlihat kehadiran maupun bantuan dari Pemerintah Desa Ciruas maupun Pemerintah Kabupaten Serang.
Peristiwa robohnya rumah tersebut terjadi sejak tiga hari lalu. Akibatnya, bangunan tak lagi layak huni dan korban harus bertahan dalam kondisi serba terbatas. Namun di tengah situasi darurat itu, Sri Rahayu mengaku belum mendapatkan perhatian sedikit pun dari pihak pemerintah, baik tingkat desa maupun kabupaten.
“Sudah tiga hari rumah saya roboh karena hujan dan angin kencang, tapi belum ada satu pun yang datang melihat kondisi kami. Dari desa maupun kabupaten belum ada perhatian,” ungkap Sri Rahayu dengan suara lirih, Kamis (15/1/2026).
Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam. Sebagai warga terdampak bencana alam, Sri berharap ada respons cepat berupa peninjauan lapangan, bantuan darurat, maupun solusi tempat tinggal sementara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Ciruas, BPBD Kabupaten Serang, maupun Dinas Sosial terkait langkah penanganan atas musibah yang dialami Sri Rahayu.
Warga sekitar turut menyayangkan lambannya respons pemerintah. Mereka berharap aparat terkait tidak menutup mata terhadap musibah yang menimpa masyarakat kecil, terlebih di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Publik menanti kehadiran nyata negara di tengah warga yang tertimpa bencana, bukan sekadar janji atau reaksi setelah sorotan menguat.
