Jakarta – Ketua Umum Serikat Pemuda Nusantara Muslim Indonesia (SPNMI), Banter Adis Munandar, menyampaikan sikap tegas terhadap pernyataan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang dinilainya telah menyesatkan dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia.

Menurut Adis, kritik yang dilontarkan mantan Panglima TNI tersebut tidak berdiri di atas pemahaman utuh terhadap konteks pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI. Ia menilai frasa “sampai titik darah penghabisan” sengaja dipotong dan ditafsirkan secara keliru sehingga membangun opini yang tidak sesuai dengan substansi aslinya.

Adis menegaskan bahwa pernyataan Kapolri sama sekali tidak mencerminkan sikap pembangkangan terhadap Presiden. Sebaliknya, komitmen tersebut merupakan penegasan loyalitas Polri terhadap konstitusi dan garis komando yang telah diatur secara tegas dalam sistem ketatanegaraan.

“Yang berbahaya justru narasi provokatif yang menggiring persepsi publik seolah-olah terjadi konflik antar lembaga negara. Ini bukan kritik konstruktif, melainkan framing yang bisa memecah soliditas institusi,” ujar Adis dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Ia juga menilai tudingan personal terhadap Kapolri tidak memiliki dasar objektif dan cenderung sarat kepentingan politik. Menurutnya, pendekatan semacam itu hanya memperkeruh suasana dan tidak memberikan kontribusi positif bagi demokrasi maupun penegakan hukum.

Adis mengingatkan bahwa pernyataan Gatot Nurmantyo juga bertolak belakang dengan penegasan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang menyatakan bahwa sikap Kapolri menolak wacana Polri berada di bawah kementerian justru sejalan dengan arahan dan kehendak Presiden Prabowo Subianto.

“Publik perlu mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang. Literasi politik dan hukum harus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terjebak pada opini yang dibangun tanpa dasar fakta,” pungkas Banter Adis.