Jakarta – Tim gabungan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya dan Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur berhasil mencatatkan “hatrick” dalam Operasi Pekat Jaya 2026. Mereka menggagalkan potensi tawuran selama tiga hari berturut-turut, dari Jumat hingga Minggu (6-8/2/2026), di berbagai titik rawan Jakarta Timur.
Puncak operasi terjadi pada Minggu (8/2) pagi di kawasan Ciracas. Patroli berhasil mengamankan 16 pemuda yang diduga akan terlibat bentrok, beserta sejumlah senjata tajam yang akan digunakan dalam aksi kekerasan tersebut.
Keberhasilan beruntun ini menunjukkan intensitas dan efektivitas patroli yang dilakukan pada jam-jam rawan. Operasi Pekat Jaya 2026 secara khusus difokuskan untuk menekan angka tawuran, balap liar, dan kejahatan jalanan lainnya.
Komandan Batalyon B Pelopor, Kompol Eko Supriyanto, S.H., menegaskan sikap tegasnya. “Saya tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di ruang publik, terlebih jika melibatkan anak-anak muda. Jakarta tidak boleh menjadi ladang aksi brutal yang membahayakan keselamatan warga,” tegasnya.
Selain tindakan tegas, pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya pencegahan. Mereka menekankan peran krusial orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar dalam mengawasi aktivitas anak-anak muda agar kejadian serupa tidak terulang dan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif.
“Keberhasilan ini adalah peringatan. Kami akan terus berada di lapangan untuk mencegah, dan kami membutuhkan dukungan semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda,” pungkas Kompol Eko.
