Blitar – Suasana berbeda terasa di kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Blitar Kota di tengah bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Para personil yang bertugas tampil dengan atribut bernuansa muslim, memadukan pelayanan prima dengan nilai-nilai keislaman. Ini adalah bagian dari program inovatif “Polantas Menyapa” yang dihadirkan Samsat Blitar Kota untuk mendekatkan diri kepada masyarakat.

Program yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026) ini bertujuan untuk membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan Polri yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis. Melalui suasana Ramadhan, personil Samsat berupaya memberikan pengalaman baru dalam pengurusan administrasi kendaraan bermotor, baik untuk Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Dengan mengusung tema islami di bulan penuh berkah ini, kami ingin masyarakat merasa lebih nyaman dan dekat. Pelayanan kami kemas agar lebih cepat, ramah, dan humanis. Personil menggunakan peci dan hijab sebagai bentuk harmoni antara tugas kedinasan dengan semangat Ramadhan,” ujar petugas.

Momentum Ramadhan dimanfaatkan jajaran Satpas Polres Blitar Kota untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Masyarakat yang datang untuk melakukan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor disambut dengan senyum dan sapaan hangat. Proses administrasi pun diusahakan semaksimal mungkin untuk dipercepat tanpa mengurangi ketelitian, sehingga pemohon tidak perlu menunggu lama dan bisa segera kembali beraktivitas, termasuk mempersiapkan diri untuk berbuka puasa.

Salah seorang warga yang mengurus perpanjangan SIM, Wulan, mengaku terkesan dengan pelayanan yang diberikan. “Suasananya beda, lebih adem. Petugasnya ramah-ramah dan pakai baju muslim semua. Prosesnya juga cepat, nggak sampai setengah jam selesai. Ini sangat membantu apalagi kita sedang puasa,” ungkapnya.

Program Polantas Menyapa di Samsat Blitar Kota menjadi bukti nyata bahwa Polri terus berinovasi untuk hadir di tengah masyarakat. Dengan menggabungkan kemudahan akses, kecepatan proses, serta sentuhan humanis bernuansa religi, diharapkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian semakin kuat.