Jakarta – Fungsi pengawasan terhadap kekuasaan yang dijalankan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dinilai mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Pandangan tersebut disampaikan ekonom senior Didik J Rachbini dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita secara daring, Rabu (18/3/2026).

“Zaman saya di DPR, walaupun itu baru-baru reformasi, DPR masih kuat. Sekarang enggak ada. DPR itu sekarang ‘yes man’, lebih buruk daripada zaman Orde Baru,” ujar Didik.

Rektor Universitas Paramadina tersebut juga menyoroti penurunan kualitas intelektual anggota legislatif saat ini dibandingkan periode sebelumnya.

Menurutnya, pada masa Orde Baru, DPR masih diisi oleh figur-figur dengan kapasitas intelektual yang kuat, sementara saat ini kondisi tersebut dinilai tidak lagi sama.

“Orde Baru masih punya ide, orangnya intelektual. Sekarang orang enggak sekolah bisa masuk DPR,” ucapnya dengan nada satire.

Diskusi tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Muhammad Isnur, pakar hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Jentera Bivitri Susanti, serta Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Anis Hidayah.

Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi para akademisi dan praktisi untuk menyoroti dinamika demokrasi serta kualitas kelembagaan negara, termasuk peran DPR dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan.