Kupang – Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Nazaret Oesapa Timur menggelar rangkaian kegiatan keagamaan dalam memperingati wafatnya Yesus Kristus di kayu salib, yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (4–5 April 2026).
Beragam kegiatan dilaksanakan secara khidmat dan partisipatif, mulai dari lomba menghias salib tingkat Koordinator Lingkungan (Korling), pementasan drama musikal, hingga malam puji-pujian yang menjadi puncak refleksi iman pada Sabtu malam.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pawai obor pada Minggu dini hari sebagai simbol semangat kebangkitan dalam menyongsong Paskah.
Partisipasi jemaat terlihat menyeluruh, melibatkan seluruh unsur dari tingkat Korling hingga Rayon.
Keterlibatan aktif ini mencerminkan tingginya antusiasme serta penghayatan spiritual jemaat dalam memaknai momentum keagamaan tersebut.
Ketua Rayon 19, Lisya Mooy, menyampaikan bahwa pihaknya turut menyelenggarakan kegiatan internal berupa lomba menghias salib, malam refleksi, serta puji-pujian bersama anggota rayon.
“Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi mampu memperdalam penghayatan iman jemaat terhadap makna kematian Kristus, sekaligus mempererat kebersamaan di tengah warga gereja,” ujarnya.
Selain rangkaian kegiatan utama, tradisi penyalaan lampu pelita juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peringatan tersebut. Lampu minyak tanah dinyalakan mulai dari halaman gereja hingga ke lingkungan permukiman warga sebagai simbol terang kasih Tuhan bagi umat manusia.
Salah satu jemaat, Yermi, menuturkan bahwa tradisi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun, khususnya pada momentum Jumat Agung hingga menjelang Paskah.
“Ini merupakan ungkapan syukur kami atas penebusan Tuhan Yesus dalam kehidupan kami,” ungkapnya.
Sinode GMIT mengusung tema Paskah 2026 “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, yang menegaskan kebangkitan Kristus sebagai momentum memperbaiki relasi manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, serta mendorong perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
