Jakarta – Kebakaran melanda sebuah rumah yang juga dijadikan sebagai usaha warung kopi di Jalan Bekasi Timur Raya No 17, RT01/RW04, pada Senin (27/4/2026). Api pertama kali muncul sekitar pukul 14.15 WIB dan diduga berasal dari korsleting arus listrik.
Personel Batalyon B Pelopor dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman sekaligus evakuasi. Berkat kerja cepat tim gabungan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.20 WIB sehingga tidak sempat merambat ke bangunan lain di sekitarnya. Aktivitas warga sekitar pun berangsur normal setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali.
Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Namun, api dengan cepat membesar dan meluas akibat percikan api yang menyambar sejumlah kaleng cat semprot (pilox) serta botol kaleng anti nyamuk (baygon) yang berada di dalam rumah.
Akibat kejadian ini, sejumlah perabotan rumah tangga dan alat elektronik milik korban dilaporkan hangus terbakar. Adapun total kerugian materi masih dalam pendataan, sementara informasi terkait korban jiwa dipastikan nihil.
Selain membantu pemadaman, Tim SAR Brimob juga melakukan sejumlah langkah antisipasi pasca-kebakaran. Mereka berkoordinasi dengan korban agar segera menghubungi pihak PLN untuk penanganan aliran listrik lebih lanjut guna mencegah risiko sekunder. Tim juga mensterilkan area tempat kejadian perkara (TKP) dari kerumunan masyarakat agar proses evakuasi dan pendinginan berjalan lancar.
Danyon B Pelopor, Kompol Eko Supriyanto, S.H., menegaskan bahwa kehadiran Brimob merupakan bentuk respons cepat Polri dalam menangani situasi darurat yang berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat.
“Penanganan kebakaran membutuhkan kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisasi,” ujar Kompol Eko.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menambahkan bahwa kehadiran personel di lapangan tidak hanya difokuskan pada pemadaman, tetapi juga untuk memastikan situasi tetap kondusif.
“Kehadiran personel di lapangan juga dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di sekitar lokasi,” kata Kombes Henik.
Sehubungan dengan insiden ini, Polri mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan dengan risiko tinggi seperti kawasan padat penduduk.
Warga diminta segera melapor apabila menemukan indikasi bahaya melalui call center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
