Bekasi – Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu malam (08/03/2026). Insiden nahas ini diduga dipicu oleh hujan lebat dengan durasi panjang yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan tumpukan sampah yang tidak stabil akhirnya longsor dan menimbun sejumlah orang.

Berdasarkan data sementara, diperkirakan sepuluh orang tertimbun material longsor. Mereka terdiri dari lima warga dan lima pengemudi (driver) truk sampah yang sedang beraktivitas di lokasi kejadian.

Menanggapi peristiwa tersebut, Tim SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya segera diterjunkan ke lokasi dan berkolaborasi dengan tim SAR gabungan. Personel yang dikerahkan terdiri dari jajaran Polda Metro Jaya, Basarnas, TNI, serta relawan lokal. Dalam upaya percepatan pencarian, tim telah memobilisasi berbagai peralatan berat, termasuk excavator dan alat pendeteksi. Keputusan penggunaan alat berat ini telah melalui pertimbangan matang untuk memastikan tidak menambah risiko terhadap kemungkinan adanya korban yang masih bertahan hidup.

Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya, Kompol Eko Supriyanto, S.H., turun langsung ke lokasi menyatakan bahwa seluruh kekuatan dikerahkan secara maksimal.

“Kami fokuskan pencarian di sektor yang diperkirakan menjadi lokasi tertimbunnya korban. Anggota sudah terlatih untuk situasi seperti ini dan kami akan terus berupaya maksimal hingga seluruh korban ditemukan. Solidaritas dan kecepatan respon adalah kunci dalam operasi SAR,” ujar Kompol Eko di tengah kesibukan evakuasi.

Meski demikian, proses pencarian menghadapi tantangan berat. Volume sampah yang sangat besar serta kompleksitas material yang merupakan campuran sampah organik, anorganik, dan limbah konstruksi menciptakan kondisi penggalian yang cukup sulit. Kondisi cuaca dan topografi di area TPST turut menambah tingkat kesulitan operasi di lapangan.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi enam orang dari lokasi longsor. Sayangnya, empat orang di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen penuh pihaknya dalam penanganan darurat ini.

“Kami mengerahkan Tim SAR Brimob untuk segera turun ke lokasi guna membantu pencarian Korban Longsor. Hal ini merupakan wujud komitmen Brimob dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat serta membantu penanggulangan bencana demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Operasi pencarian terhadap kemungkinan korban lainnya masih terus berlangsung hingga Senin dini hari. Tim SAR gabungan berharap dapat segera menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang.