JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui pengembangan sektor desa, koperasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini mengemuka dalam Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI, Selasa (14/4/2026).
Dalam forum tersebut, Anggota DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, hadir sebagai narasumber dan menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini sudah tepat dengan menjadikan desa sebagai pusat pembangunan nasional.
“Pemerintah saat ini menempatkan desa sebagai pusat pembangunan nasional. Ini langkah strategis karena desa memiliki potensi besar sebagai basis produksi dan penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Syahrul.
Ia menjelaskan, optimalisasi Dana Desa menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan di tingkat lokal. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyasar penguatan ekonomi masyarakat desa.
“Melalui optimalisasi Dana Desa, kita mendorong pembangunan infrastruktur desa, memperkuat ketahanan pangan, serta memberdayakan masyarakat agar lebih produktif dan mandiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syahrul menekankan pentingnya penguatan koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Menurutnya, sektor ini memiliki kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan menjaga stabilitas ekonomi.
“Penguatan koperasi dan UMKM adalah kunci dalam membangun ekonomi kerakyatan. Sektor ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” tambahnya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Dr. Rosarita Niken Widiastuti, menilai kebijakan pemerintah yang berfokus pada desa, koperasi, dan UMKM merupakan langkah konkret untuk menciptakan pemerataan ekonomi.
“Fokus pemerintah pada pengembangan desa, koperasi, dan UMKM merupakan upaya nyata untuk menciptakan pemerataan ekonomi. Ini bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga keadilan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar seluruh program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Dengan sinergi yang kuat, program ini akan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas lapangan kerja di daerah,” tuturnya.
