Blitar – Musyawarah Cabang (Muscab) X DPC PPP Kota Blitar berlangsung dinamis, Minggu (19/4/26). Sebab, sang ketua justru memilih mundur dan menunjuk langsung penerusnya.
Ketua DPC PPP Kota Blitar, H. Agus Zunaidi, SE, menyatakan tidak bersedia kembali memimpin. Ia pun menolak segala bentuk pencalonan terhadap dirinya dalam proses kepemimpinan berikutnya.
“Saya tidak berkenan dipilih kembali. Saya juga tidak akan memilih,” tegas Agus di hadapan peserta muscab.
Alih-alih mempertahankan jabatan, Agus justru mengusulkan Sekretaris DPC, Nuhan Eko Wahyudi, sebagai sosok ideal untuk memimpin PPP Kota Blitar ke depan. Agus menyampaikan harapan itu secara terbuka.
“Saya berharap saudara Nuhan Eko Wahyudi mendapat kepercayaan memimpin DPC PPP Kota Blitar. Semoga beliau juga memperoleh rekomendasi dari DPW Jatim dan DPP PPP,” tandasnya.
Ketua DPW PPP Jawa Timur yang diwakili KH. Drs. Muchit Efendi memuji capaian DPC Kota Blitar. Menurutnya, partai berlambang Ka’bah di kota ini sukses besar pada pemilu terakhir.
“PPP Kota Blitar meraih sekitar 12 persen kursi di DPRD dan 10 persen suara. Seharusnya DPC ini menjadi barometer bagi daerah lain,” ujar Muchit.
Proses Muscab X tidak berlangsung seperti kebanyakan musyawarah. Peserta tidak memilih ketua secara langsung. Mereka hanya memilih tim formatur.
Tim inilah yang nantinya menyusun kepengurusan baru DPC PPP Kota Blitar. Hasil muscab menetapkan tiga formatur yakni Nuhan Eko Wahyudi mewakili unsur DPC, Buchori Muslim sebagai Ketua PAC Sukorejo dan Wawan Ketua PAC Sananwetan
Tim formatur akan bekerja sesuai mekanisme organisasi. Mereka akan mengusulkan struktur kepengurusan baru kepada DPW PPP Jatim dan DPP PPP.
PPP Kota Blitar memasang target ambisius setelah Muscab X. Mereka ingin perolehan suara dan kursi legislatif melonjak drastis pada pemilu mendatang.
“Kami ingin PPP semakin solid dan kuat. Target kami jelas, meningkatkan capaian di masa depan,” pungkas Muchit mewakili DPW.
