Jakarta, 13 Oktober 2025 —
Lembaga survei Index Politica merilis hasil survei nasional bertajuk “Kinerja Kabinet Merah Putih, Oktober 2025” yang menilai capaian pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka setelah genap satu tahun bekerja.

Hasil survei menunjukkan 83,5 persen publik menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto, sementara hanya 8,2 persen tidak puas dan 8,3 persen tidak memberikan jawaban.

Direktur Eksekutif Index Politica Denny Charter menjelaskan, angka kepuasan ini menunjukkan tingkat penerimaan publik yang cukup kuat terhadap kinerja pemerintahan baru.

“Dalam satu tahun pertama, publik melihat stabilitas, kecepatan keputusan, serta hasil dari beberapa program strategis nasional. Tingkat kepuasan yang tinggi ini juga dipengaruhi oleh tiga kali reshuffle yang dinilai publik sebagai langkah penyegaran yang positif,” ujar Denny Charter di Jakarta.

Metodologi Survei

Survei dilakukan pada 1–10 Oktober 2025 terhadap 1.610 responden di seluruh Indonesia dengan metode multistage random sampling.
Wawancara dilakukan melalui telepon, dengan margin of error ±1,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Kontrol mutu dilakukan terhadap 20 persen sampel melalui kunjungan ulang (spot-check) untuk memastikan validitas data.

Sebaran responden mencakup seluruh 34 provinsi di Indonesia dengan proporsi jenis kelamin seimbang (50% laki-laki, 50% perempuan), serta distribusi agama, etnis, dan pendidikan yang mencerminkan komposisi populasi nasional berdasarkan data BPS.

Purbaya Yudha Sadewa Teratas dalam Kinerja Menteri

Survei juga menilai tingkat kepuasan terhadap para menteri Kabinet Merah Putih. Hasilnya, Purbaya Yudha Sadewa menjadi menteri dengan kinerja terbaik, dengan tingkat kepuasan publik mencapai 90,23 persen.
Posisi berikutnya ditempati Wihaji (89,45 persen), Erick Thohir (85,65 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (83,35 persen), dan Amran Sulaiman (82,55 persen).

Direktur Riset Index Politica Fadhly menambahkan, reshuffle kabinet terbukti memberi dampak positif terhadap persepsi publik.

“Reshuffle yang dilakukan tiga kali selama setahun membuat komposisi kabinet lebih efektif. Publik menilai menteri-menteri baru lebih komunikatif dan cepat dalam merealisasikan program kerja,” ujar Fadhly.

Menteri Populer dan Disukai

Dalam hal keterkenalan, Erick Thohir menjadi menteri paling dikenal publik dengan tingkat keterkenalan 82,56 persen, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono (80,64 persen) dan Bahlil Lahadalia (79,56 persen).
Namun dalam hal kesukaan, Purbaya Yudha Sadewa kembali unggul dengan tingkat kesukaan 68,54 persen, diikuti Nasaruddin Umar (65,23 persen) dan Teddy Indra Widjaja (60,05 persen).

Kepercayaan Publik terhadap Kabinet Masih Tinggi

Sebanyak 87,5 persen responden menyatakan mengetahui kegiatan para menteri, dan 85,5 persen di antaranya bersedia mengikuti survei lanjutan untuk menilai kinerja kabinet lebih dalam.
Menurut Denny Charter, hal ini menandakan bahwa publik masih memberi ruang besar bagi kabinet untuk memperbaiki dan memperkuat kinerja di tahun kedua pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Tren dukungan ini perlu dijaga dengan konsistensi kebijakan dan transparansi publik. Tahun kedua akan menjadi ujian penting bagi efektivitas koordinasi antarmenteri,” ujarnya.