Jakarta – Indonesia resmi menjadi tuan rumah ISTAF World Sepaktakraw Championship 2027 setelah penandatanganan MoA PB PSTI dan ISTAF.

Penandatanganan berlangsung di Jakarta pada Kamis. Sekjen ISTAF Datuk Abdul Halim Bin Kader menandatangani bersama Ketua Umum PB PSTI Surianto.

Sekretaris Jenderal PB PSTI Nukhrawi Nawir turut menyaksikan langsung proses tersebut. Kesepakatan ini mengukuhkan Indonesia sebagai penyelenggara resmi.

Kejuaraan dunia tersebut akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 Mei 2027.

Penunjukan ini memperlihatkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia. PB PSTI menilai momentum ini sebagai langkah strategis memperkuat posisi global.

Ketua Umum PB PSTI Surianto menegaskan kesiapan penuh Indonesia. Ia menyatakan seluruh elemen telah bergerak menyiapkan penyelenggaraan secara optimal.

“Kepercayaan ini menjadi momentum strategis. Kami siap menunjukkan kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah event kelas dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Makassar memiliki sejarah panjang dalam sepak takraw. Tradisi tersebut menjadi dasar kuat dalam penetapan lokasi.

Menurutnya, sepak takraw berasal dari permainan tradisional sepak raga. Masyarakat Bugis-Makassar telah memainkan permainan tersebut sejak masa kerajaan.

Permainan tersebut berkembang menjadi olahraga modern. Kini sepak takraw dipertandingkan secara luas di tingkat internasional.

ISTAF Tegaskan Kepercayaan dan Dukungan

Sekjen ISTAF Datuk Abdul Halim Bin Kader menilai Indonesia memiliki tradisi kuat serta organisasi olahraga yang solid.

Ia juga menilai pengalaman Indonesia dalam menggelar event internasional menjadi faktor penting dalam keputusan tersebut.

“Kami percaya Indonesia mampu menyelenggarakan kejuaraan ini dengan sukses dan memberikan dampak positif secara global,” ujarnya.

Kejuaraan ini akan diikuti negara anggota ISTAF dari berbagai belahan dunia. Ajang ini menjadi salah satu agenda paling bergengsi.

PB PSTI memastikan segera memulai tahapan persiapan. Mereka fokus pada kesiapan teknis, infrastruktur, serta penguatan sumber daya manusia.

Surianto menyebut dukungan Komite Olimpiade Indonesia dan KONI sebagai faktor kunci. Dukungan tersebut memperkuat kesiapan nasional.

Selain itu, ISTAF dan PB PSTI menyiapkan program pelatihan wasit internasional. Program ini bertujuan meningkatkan standar kompetisi.

Pembahasan program tersebut telah dilakukan di Universitas Negeri Jakarta. Langkah ini menunjukkan komitmen dalam menyiapkan SDM unggul.

Datuk Abdul Halim menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak. Ia mengajak semua elemen mendukung suksesnya kejuaraan dunia tersebut.

“Kita harus sukseskan event ini. Kita sokong bersama demi kemajuan sepak takraw dunia,” tegasnya.

Penunjukan ini memberikan dampak luas bagi Indonesia. Selain olahraga, ajang ini mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Makassar diproyeksikan menjadi pusat perhatian dunia pada 2027. Kota ini akan menjadi etalase budaya dan olahraga Indonesia.

Melalui ajang ini, Indonesia memperkuat peran di panggung internasional. Negara ini menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah event global.