Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk meninjau langsung kesiapsiagaan operasional prajurit Korps Marinir di Markas Komando (Mako) Pasmar 1, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/4).

Sidak ini dilakukan guna memastikan kesiapan satuan tempur tetap terjaga optimal, bahkan di hari libur.

Kedatangan Kasal dilakukan secara senyap tanpa pengawalan protokoler resmi.

Hal ini bertujuan untuk melihat realitas kesiapan personel dan material di lapangan dalam menghadapi ancaman mendadak yang bisa muncul kapan saja.

Simulasi Ancaman dan Infiltrasi Dalam inspeksi tersebut, situasi tenang di hari Minggu pagi berubah seketika saat sirine meraung-raung.

Kondisi ini dipicu oleh skenario infiltrasi udara oleh pesawat yang diasumsikan sebagai unsur asing di atas wilayah Mako Pasmar 1.

Sidak ini turut melibatkan unsur elite Komando Pasukan Katak (Kopaska) sebagai kekuatan penyerang (bulsi).

Tim Sabotir 1 Kopaska melaksanakan infiltrasi senyap sejak dini hari untuk melaksanakan simulasi skenario penculikan salah satu pejabat Korps Marinir sesuai dengan target waktu yang ditentukan (Time on Target/TOT).

Respons Pertahanan Udara dan Darat Aksi simulasi berlanjut pada pukul 08.15 WIB dengan pergerakan pesawat King Air dan helikopter yang melakukan upaya ekstraksi di atas Gedung Cakra. Namun, tim udara terpaksa membatalkan misi karena respons cepat dari satuan Pertahanan Udara (Hanud) Korps Marinir yang sigap melakukan tindakan penangkalan.

Kasal menyaksikan langsung koordinasi taktis antar lini di Pasmar 1, terutama saat tim sabotase yang membawa sandera berupaya melarikan diri menggunakan Kendaraan Taktis (Rantis).

Berdasarkan prosedur tempur yang berlaku, tim pelarian berhasil dihentikan di pos penjagaan melalui penggelaran posisi tempur (steling) yang presisi oleh prajurit Marinir.

Evaluasi dan Profesionalisme Dalam arahannya, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa sidak ini merupakan bentuk evaluasi nyata bagi kekuatan Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh.

Ia menekankan bahwa profesionalisme prajurit diukur dari kesiapan mereka merespons ancaman tanpa mengenal waktu.

“Kesiapsiagaan adalah kunci utama kekuatan Angkatan Laut.

Sidak ini memastikan agar setiap satuan selalu dalam kondisi siap tempur, baik dari sisi personel maupun material,” tegas Kasal.

Seluruh rangkaian simulasi berjalan dengan aman dan lancar.

Hasil inspeksi ini menunjukkan tingkat kedisiplinan dan profesionalisme yang tinggi dari prajurit Korps Marinir maupun unsur Kopaska yang terlibat dalam pengujian kesiapan tempur tersebut.