Bekasi – Tim Patroli Gabungan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Patroli Perintis Presisi (TP3) Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan total 23 pemuda dalam dua aksi berbeda pada Sabtu dini hari (20/06/2026). Sebanyak 17 pemuda diduga hendak melaksanakan balap liar, sementara 6 lainnya diamankan karena membawa senjata tajam untuk tawuran.

Aksi Pertama: 17 Pemuda Hendak Balap Liar di Taman Mini, Cipayung

Aksi pertama terjadi sekitar pukul 02.44 WIB saat tim patroli gabungan melaksanakan patroli di Jalan Taman Mini 1, Ceger, Cipayung. Personel mendapati segerombolan pemuda yang sedang berkumpul di pinggir jalan pada jam rawan.

Begitu menyadari kehadiran tim patroli, segerombolan pemuda tersebut langsung membubarkan diri. Namun, respons cepat personel tidak memberi ruang bagi mereka untuk melarikan diri. Tim segera melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan 17 pemuda yang diduga kuat hendak melaksanakan aksi balap liar.

Seluruh pemuda yang diamankan berikut barang bukti yang ditemukan di lokasi selanjutnya dibawa ke Polsek Cipayung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Aksi Kedua: 6 Pemuda Bawa Celurit Melintas di Depan Polsek Makasar

Aksi kedua berlangsung sekitar pukul 04.43 WIB saat tim patroli melaksanakan sambang di Polsek Makasar. Personel dikejutkan oleh sejumlah pemuda yang mengendarai sepeda motor saling berboncengan sambil membawa senjata tajam melintas tepat di depan Polsek Makasar.

Tanpa menunda waktu, tim patroli gabungan segera melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap para pemuda tersebut. Upaya cepat itu membuahkan hasil. Tim berhasil mengamankan 6 pemuda beserta barang bukti berupa 1 bilah celurit yang diduga kuat akan digunakan dalam aksi tawuran.

Keenam pemuda berikut barang bukti selanjutnya diserahkan ke pihak berwenang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa patroli gabungan merupakan langkah strategis untuk merespons potensi gangguan keamanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.

“Aksi balap liar dan tawuran bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan, korban luka, kerusakan fasilitas, bahkan membahayakan nyawa pelaku maupun masyarakat. Oleh karena itu, kepolisian akan terus meningkatkan patroli pada lokasi dan waktu yang dianggap rawan, terutama pada malam hingga dini hari,” tegas Kombes Henik.

Senada, Komandan Batalyon B Pelopor, Kompol Eko Supriyanto, S.H., menekankan bahwa pengamanan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi generasi muda dan masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kecelakaan, tawuran, atau muncul korban. Pengamanan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi para pemuda itu sendiri dan masyarakat. Kami mengajak orang tua, sekolah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen lingkungan untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan pembinaan,” ujar Kompol Eko.

Kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Apabila mengetahui adanya rencana balap liar, tawuran, kepemilikan senjata tajam, atau gangguan kamtibmas lainnya, masyarakat diminta segera melapor kepada kantor kepolisian terdekat atau melalui Call Center Polri 110.