JAKARTA – Pengamat kebijakan publik yang juga alumni mantan Ketua Kajian Aksi Strategis Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Banter Adis, menyampaikan apresiasi atas keputusan Prabowo Subianto yang menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Menurut Banter Adis, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara atas dedikasi dan kerja nyata BGN dalam memperkuat program gizi nasional sekaligus menopang ketahanan pangan Indonesia. Ia menilai, dalam kurun waktu relatif singkat, BGN mampu menunjukkan kinerja yang terukur dan berdampak luas bagi masyarakat.

Sejak diresmikan Presiden Prabowo sekitar 13 bulan lalu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan BGN telah berkembang pesat. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 23.678 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di seluruh Indonesia. Ribuan dapur MBG tersebut menjadi garda terdepan dalam mendistribusikan makanan bergizi kepada masyarakat.
Tak hanya berdampak pada aspek kesehatan, program ini juga memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 1,4 juta relawan terlibat dalam operasional SPPG di berbagai daerah, mulai dari tenaga pengolah makanan, distribusi, hingga pendamping lapangan.

Dari sisi penerima manfaat, program MBG telah menjangkau 60,24 juta orang di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 49,27 juta peserta didik dan 10,98 juta nonpeserta didik, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Capaian ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mempercepat penurunan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Capaian ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang dampak nyata terhadap generasi masa depan. Program ini menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Banter Adis dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan, strategi BGN juga turut membangkitkan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok bahan baku makanan. Dengan demikian, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan di tingkat lokal.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Dadan Hindayana yang dinilai mampu mengonsolidasikan sumber daya secara cepat, sistematis, dan masif. Penghargaan Bintang Jasa Utama yang diberikan Presiden menjadi simbol apresiasi negara atas kontribusi strategis BGN dalam membangun generasi sehat dan produktif.

Ke depan, Banter Adis berharap penguatan tata kelola, pengawasan, dan pemerataan distribusi SPPG terus dilakukan agar manfaat program semakin luas dan merata hingga ke wilayah terpencil. Dengan langkah tersebut, visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar cita-cita, melainkan target yang terukur dan dapat diwujudkan bersama.