LANGKAT — Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 dimanfaatkan Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara, untuk memperluas layanan kepada masyarakat melalui penyediaan akses air bersih. Bersama PTPN IV PalmCo, Polres Langkat membangun sumur bor bagi warga Dusun Bukit Barat, Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat.
Sumur bor dengan kedalaman sekitar 70 meter itu dibangun untuk menyediakan sumber air bersih yang lebih aman dari potensi pencemaran serta dapat dimanfaatkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo mengatakan, pembangunan sumur bor merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat, sekaligus bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga.
“Melalui pembangunan sumur bor ini kami berharap masyarakat Dusun Bukit Barat memperoleh akses air bersih yang lebih baik dan fasilitas ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” kata David.
Menurut dia, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai sebagai momentum memperkuat tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menjawab kebutuhan sosial masyarakat, termasuk penyediaan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.
“Untuk itu kami sangat berterimakasih dengan perusahaan yang memfasilitasi sehingga kegiatan pembangunan sumur bor bagi warga ini dapat terwujud,” tukasnya.
Program pembangunan sarana air bersih tersebut memang mendapat dukungan penuh tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PTPN IV PalmCo. Selain di Langkat, perusahaan sawit negara tersebut pada 2026 menargetkan pembangunan fasilitas serupa di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Ketiga lokasi itu diperkirakan akan melayani kebutuhan air bersih sedikitnya 90 kepala keluarga.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, penyediaan sarana air bersih merupakan program berkelanjutan yang telah dijalankan perusahaan di berbagai wilayah operasional.
“Hingga saat ini, program penyediaan sarana air bersih maupun sumur bor telah terealisasi di 131 titik lokasi. Angka ini akan terus kami upayakan bertambah karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurut Jatmiko, akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena itu, perusahaan berupaya memperluas pembangunan sumur bor dan perbaikan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), terutama di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih maupun saat musim kemarau.
Ia juga menilai kolaborasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat pelaksanaan program di lapangan.
Dalam dua tahun terakhir, yakni sepanjang 2024-2025, PTPN IV PalmCo mencatat program penyediaan air bersih dan sanitasi telah menjangkau 3.811 kepala keluarga di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera hingga Kalimantan.
Sejumlah penerima manfaat mengaku terbantu dengan keberadaan fasilitas tersebut. Di Dusun Menanti, Desa Sungai Jaman, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, misalnya, sumur bor dibangun setelah warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat debit Sungai Stengko menurun pada musim kemarau.
“Kami bersyukur atas bantuan sumur bor ini. Fasilitas tersebut sangat membantu warga memperoleh air bersih dan kami akan menjaganya agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” kata Ketua RT 03 Dusun Menanti, Abil.
Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Jambi, Martoyo. Menurut dia, pembangunan sumur bor dan tangki air membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama ketika musim kering.
Sementara itu, perwakilan warga Desa Alue Gadeng Dua, Kabupaten Aceh Timur, Handoko Apri, mengatakan bantuan sarana sanitasi dan sumur bor telah meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Naskah ini sudah mengikuti karakter Kompas: judul lebih informatif, teras berita langsung pada peristiwa utama, bahasa lebih hemat, kutipan dipilih yang paling bernilai berita, serta bagian yang bersifat promosi perusahaan dipangkas dan dijadikan konteks.
