Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV Palmco terus mengoptimalkan penyaluran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sepanjang semester I 2026. Penyaluran bantuan ini diantaranya difokuskan pada dua sektor, yakni pemenuhan gizi anak untuk menekan angka stunting serta pemberdayaan ekonomi desa melalui Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah tersebut digulirkan secara bertahap di sejumlah wilayah operasional perkebunan yang membentang dari Provinsi Sumatera hingga Kalimantan. Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan korporasi terhadap prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ketahanan ekonomi kerakyatan.

Partisipasi dalam Gerakan Cegah Stunting (GENTING)

Di sektor kesehatan, PTPN IV PalmCo merealisasikan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang diiringi dengan pendistribusian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan. Bantuan ini menyasar sejumlah titik rawan gizi, di antaranya seperti Kabupaten Rokan Hulu (Riau), serta Kabupaten Serdang Bedagai dan Langkat (Sumatera Utara), melalui koordinasi dengan dinas kesehatan setempat dan Kodam I/Bukit Barisan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan ekonomi nasional.

“Setiap industri memerlukan sumber daya manusia yang unggul supaya dapat bersaing di level nasional dan global. Maka sangat penting bagi dunia usaha untuk turut terlibat dalam upaya pengentasan stunting. PalmCo selaku BUMN sangat serius dalam hal ini,” ungkap Jatmiko, (12/06/2026).

Konsistensi perusahaan kini direfleksikan lebih luas melalui implementasi program gizi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Alhamdulilah, prevalensi stunting di wilayah operasional perusahaan sangat terkendali. Lebih dari 21 ribu anak yang ada di lingkungan Perusahaan, hanya 0,6 persen atau 132 anak saja yang perlu intervensi stunting. Capaian positif ini menjadi dorongan bagi kami untuk turut mengimplementasikan program serupa bagi warga desa lainnya. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk hadir dan berkontribusi terhadap kesehatan balita dan ibu hamil di wilayah operasional,” tambah Jatmiko.

Integrasi Rantai Pasok Lewat Pandai Besi

Selain kesehatan gizi balita, dana TJSL PTPN IV PalmCo juga mengalir ke sektor pembinaan UMKM pandai besi di kawasan pedesaan. Berawal dari inisiasi di Riau, program kemandirian desa ini kini mulai direplikasi ke Sumatera Utara dan dijajaki di Jambi.

Strategi ini dirancang untuk mengintegrasikan pengrajin lokal ke dalam ekosistem bisnis perseroan. Nantinya, alat panen yang diproduksi koperasi binaan akan diserap untuk kebutuhan operasional kebun.

“Pemberdayaan UMKM pandai besi ini menjadi salah satu strategi penguatan rantai pasok inti perusahaan. Kami ingin memastikan bahwa alat panen yang digunakan di kebun-kebun PalmCo ditopang oleh karya anak bangsa,” terang Jatmiko.

Bentuk intervensi yang diberikan tidak hanya dana tunai, melainkan paket komplet berupa fasilitasi legalitas koperasi, mesin produksi, pelatihan wirausaha, hingga jaminan serapan pasar melalui skema pembeli siaga (off-taker).

Dampak positif dari program ini turut diakui oleh pelaku UMKM. Kepala Koperasi Merah Putih Teratak di Kabupaten Kampar, Desrico Apriyus, S.E., menyebut bahwa pendampingan dari PTPN IV PalmCo sukses memperluas jangkauan pasar para pengrajin desa.

“Selain simpan pinjam dan perdagangan, kami merupakan kumpulan pandai besi yang dibina PTPN IV sehingga mampu menjadi sentra produsen alat pertanian yang sudah merambah ke luar Riau, bahkan ke mancanegara,” pungkas Desrico.