Blitar – Satlantas Polres Blitar Kota menghadirkan suasana berbeda di Kantor Bersama Samsat Blitar Kota, Kamis (19/2/2026). Para petugas menyapa wajib pajak dengan ramah sambil membantu kelengkapan berkas. Program inovatif bertajuk Polantas Menyapa menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan humanis di tengah bulan suci Ramadhan 1447 H.

Melalui program ini, jajaran Satlantas membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan Polri yang profesional. Para petugas di Satpas dan Samsat mengenakan atribut bernuansa muslim sehingga suasana religius terasa lebih hangat dan kesan kaku saat pengurusan administrasi pun berkurang.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri sebagai mitra yang bersahabat. Kami menerapkan pelayanan cepat, fasilitas nyaman, dan sikap ramah sebagai standar mutlak, apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ujar Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar.

Di Samsat Blitar Kota, petugas tidak hanya melayani di balik meja, tetapi juga aktif mendampingi masyarakat saat mengurus registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, termasuk perpanjangan STNK. Proses yang dulu terasa berat kini berjalan lebih cepat dan transparan.

Di Satpas Polres Blitar Kota, program serupa menyasar para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM). Petugas memberikan pendampingan maksimal, termasuk kursus singkat uji praktik bagi pemohon yang kurang percaya diri sehingga tingkat kelulusan meningkat signifikan.

Salah satu warga, Rudi (34), mengaku terkejut melihat perubahan pelayanan. “Dulu urus STNK rasanya berat. Antre lama dan sering bingung prosedur. Sekarang petugas justru mendekat lebih dulu. Saya merasa dihargai,” tuturnya.

Program Polantas Menyapa juga membuka ruang komunikasi dua arah antara petugas dan masyarakat. Warga dapat menyampaikan keluhan, pertanyaan, maupun saran terkait pelayanan lalu lintas, sementara petugas memberikan edukasi mengenai biaya resmi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta bahaya praktik percaloan.

Sebelumnya, Satpas Polres Blitar Kota menghadirkan inovasi bernuansa wayang sebagai simbol kearifan lokal. Pendekatan berbasis budaya tersebut menciptakan interaksi yang lebih hangat dan menghilangkan kesan kaku.

“Kami ingin masyarakat tidak merasa inferior saat berurusan dengan polisi. Kesetaraan dan keterbukaan menjadi kunci. Ketika petugas mampu mencairkan suasana, masyarakat pun lebih terbuka,” tegas AKP Samsul Anwar.

Satlantas Polres Blitar Kota berkomitmen melanjutkan program Polantas Menyapa secara berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan semangat Transformasi Polri Presisi menuju pelayanan yang profesional, modern, dan transparan.

“Kami tidak berhenti di sini. Profesionalisme adalah proses, bukan tujuan akhir. Kami melakukan evaluasi setiap hari dan perbaikan setiap minggu. Kepuasan masyarakat menjadi satu-satunya indikator keberhasilan,” pungkasnya.