Jakarta – Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Riyan Betra Delza, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga soliditas bangsa serta menolak segala bentuk tindakan anarkisme di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang tengah dihadapi berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menurut Riyan, dinamika global yang ditandai dengan konflik geopolitik, ketegangan perdagangan internasional, serta perlambatan ekonomi dunia menuntut seluruh komponen bangsa untuk memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas nasional.

Ia menilai kondisi tersebut harus disikapi dengan kebersamaan agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, seluruh elemen bangsa harus mengedepankan persatuan dan soliditas.

Kita harus menolak segala bentuk anarkisme yang dapat mengganggu ketertiban umum serta menghambat upaya bangsa dalam menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik,” ujar Riyan dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

Riyan menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan suasana yang kondusif agar berbagai program pembangunan dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Karena itu, ia menilai penyampaian aspirasi maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah tetap harus dilakukan dalam koridor demokrasi yang sehat, damai, dan sesuai konstitusi.

Ia menekankan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab dan beradab agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memicu tindakan yang berpotensi merugikan masyarakat luas.

“Kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun kritik harus disampaikan secara beradab dan bertanggung jawab.

Jangan sampai perbedaan pandangan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memicu tindakan anarkis yang merugikan masyarakat luas,” katanya.

Lebih lanjut, Riyan mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan nasional dengan mengedepankan dialog, musyawarah, serta semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan.

Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu melewati berbagai krisis dan tantangan karena memiliki modal sosial yang kuat berupa persatuan, kebersamaan, dan semangat saling mendukung antarwarga.

Oleh sebab itu, ia berharap nilai-nilai tersebut terus dijaga dan diperkuat sebagai fondasi menghadapi berbagai dinamika global yang semakin kompleks.