Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Serang menegaskan komitmen serius dalam memperkuat pembinaan atlet lokal, terutama sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten ke-VII tahun 2026. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menyiapkan insentif rutin bagi atlet yang berprestasi.

Ketua KONI Kota Serang, AKBP (Purn.) Edy Irianto, mengatakan bahwa KONI telah menganggarkan pembinaan berupa insentif senilai Rp200.000 per bulan bagi para atlet yang masuk dalam program Pelatihan Kota (Pelatkot) dan memiliki prestasi luar biasa.

“Tentunya target kita atlet-atlet yang ikut Pelatkot akan diberikan insentif. Ini penting agar atlet Kota Serang tidak kabur-kaburan lagi. Kita maksimalkan melakukan pembinaan untuk mereka, apalagi mereka ini memiliki prestasi yang luar biasa,” ujar Edy Irianto saat mengunjungi Cabor Taekwondo, Rabu (29/10/2025).

Soroti Kebutuhan Anggaran dan Target Porprov

Mengenai dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Serang, Edy berharap Pemkot dapat mempercayai KONI, yang dibuktikan dengan penciptaan atlet berprestasi. Ia juga menyoroti perbedaan anggaran yang signifikan dibandingkan daerah lain.

“Jika kita berkaca dengan Kabupaten/Kota lain, khususnya Tangerang Raya, anggaran mereka sudah luar biasa. Kabupaten Serang mencapai Rp7-8 miliar, Kota Cilegon bahkan Rp15 sampai Rp20 miliar. Kami tidak berharap banyak, pada prinsipnya kami bisa didukung Pemkot dengan anggaran Rp6 miliar saja, kita bisa jalan,” tegasnya.

Edy optimis, anggaran Rp6 miliar pernah terbukti ketika Kota Serang berhasil menjadi juara umum Porprov. Ia menambahkan, olahraga adalah bagian dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Serang.

DPRD Dorong Skema Anggaran Jangka Panjang dan CSR

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Serang, Komisi I, Edi Santosa, menambahkan bahwa terkait anggaran persiapan Porprov sudah tersusun. Ia meminta KONI untuk terus berkoordinasi dengan DPRD.

“Anggaran untuk Porprov itu nanti disusun setelah Porkot ini selesai. Jadi kita ketahui setelah evaluasi terkait kebutuhannya,” jelas Edi Santosa.

Lebih lanjut, Edi Santosa mendorong agar KONI tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga aktif menjalin kerja sama dengan pihak swasta melalui program CSR (Corporate Social Responsibility).

“Kerja sama dengan perusahaan ini nanti yang kita bahas. CSR ini kita manfaatkan untuk pembinaan para atlet. Jadi KONI dapat dukungan bukan hanya dari pemerintah tetapi juga dari CSR perusahaan,” pungkasnya. (IDN)