Blitar – Ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Blitar membanjiri depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (7/5/2026) siang. Mereka menggelar aksi damai dan menuntut penindakan tegas terhadap organisasi ilegal yang mengatasnamakan PSHT.

Ketua Cabang PSHT Kabupaten Blitar, Nanggolo Yudo Dili Prasetiono, menyatakan pihaknya bersama anggotanya telah berulang kali berkomunikasi dengan pemerintah daerah. “Kami sudah melayangkan 2 surat ke DPRD, 3 surat ke Bupati, KONI, hingga Wakil Bupati. Tidak ada tanggapan,” tegasnya di lokasi aksi.

PSHT mempertanyakan adanya organisasi ilegal tanpa badan hukum yang justru mendapat izin kegiatan di tingkat ranting maupun cabang. Organisasi tersebut dinilai meresahkan dan mencoreng nama baik PSHT yang sah secara hukum.

Selama sembilan tahun terakhir, anggota PSHT kerap mengalami intimidasi hingga kekerasan fisik dari kelompok tersebut. Karena itu, PSHT meminta kepastian hukum dan tindakan tegas dari Forkopimda Kabupaten Blitar.

Menanggapi aksi tersebut, Kapolres Blitar AKBP Rivanda mengatakan pihaknya bersama Forkopimda akan segera menggelar rapat koordinasi. Pertemuan itu akan melibatkan Bupati Blitar sebagai pimpinan Forkopimda untuk mencari solusi terbaik.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi menegaskan kesiapan lembaganya menampung aspirasi. DPRD akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memfasilitasi dialog dan musyawarah bersama seluruh pihak terkait.

DPRD juga mengimbau seluruh warga PSHT tetap menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Blitar sembari menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah dan Forkopimda.