SERANG,– Beredar sebuah tangkapan layar surat tagihan (invoice) fiktif mengatasnamakan media Diksiber.id yang tergabung di PT Media Diksiber Indonesia. Surat tersebut ditujukan kepada seseorang bernama Nancy F.F dengan nominal tagihan sebesar Rp15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah) untuk layanan “Pembayaran Media”.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Perusahaan Diksiber.id, Andrea Nanda Saputra, memberikan pernyataan tegas bahwa surat tersebut sama sekali tidak resmi dan merupakan upaya penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami tegaskan bahwa invoice dengan nomor 29880 tersebut adalah HOAX. Diksiber.id tidak pernah mengeluarkan tagihan sebagaimana yang tertera dalam gambar yang beredar,” ujar Andrea Nanda Saputra kepada redaksi Nyali.id, Kamis (01/01/2026).

Identifikasi Kejanggalan Surat Palsu

Untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak, Andrea yang juga menjabat sebagai Ketua PWI Kabupaten Serang ini memaparkan sejumlah kejanggalan fatal yang terdapat pada surat tersebut:

  • Penyalahgunaan Logo: Pelaku menggunakan logo header Diksiber.id sebagai stempel perusahaan, yang mana hal ini sama sekali tidak sesuai dengan standar administrasi resmi PT Media Diksiber Indonesia.
  • Format Tanda Tangan: Tanda tangan yang tertera dalam surat tersebut tidak valid, tidak sesuai format resmi perusahaan, dan yang paling mencolok adalah tidak adanya nama jelas pemberi tanda tangan.
  • Ketidaksesuaian Sistem: Setelah dilakukan pengecekan internal, nomor invoice tersebut beserta rincian layanannya tidak terdata dalam sistem keuangan perusahaan.
  • Standar Administrasi: Secara keseluruhan, format dan tata letak surat sangat jauh dari standar korespondensi bisnis resmi Diksiber.id.

Pihak Diksiber.id meminta kepada seluruh mitra kerja, instansi, maupun individu untuk selalu waspada terhadap segala bentuk permintaan pembayaran yang mencurigakan.

“Kami mengimbau kepada siapa pun yang menerima surat serupa atau merasa dirugikan untuk segera melakukan konfirmasi melalui saluran resmi kami atau melaporkannya kepada pihak berwajib,” tambah Andrea.

Saat ini, pihak Diksiber.id tengah mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut untuk melindungi nama baik perusahaan dari pencatutan identitas oleh oknum nakal.