Jakarta – Di tengah Agresi Militer Belanda I, Republik Indonesia menghadapi blokade ketat yang membuat jalur laut menuju Kalimantan nyaris lumpuh. Di tengah situasi tersebut, Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) menjalankan sebuah operasi yang hingga kini dikenang sebagai salah satu misi paling berani dalam sejarah perjuangan bangsa.

Pada 17 Oktober 1947, sebanyak 13 penerjun payung diterjunkan ke pedalaman Kalimantan untuk memperkuat perjuangan rakyat melawan Belanda. Operasi rahasia itu dipimpin Mayor Tjilik Riwut, tokoh Dayak yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Nasional.

Misi tersebut menjadi operasi lintas udara pertama yang dilaksanakan AURI sekaligus menjadi tonggak lahirnya kemampuan pasukan payung militer Indonesia.

Awalnya, sebanyak 14 personel dipersiapkan untuk diterjunkan menggunakan pesawat Dakota RI-002 yang diterbangkan pilot Bob Earl Freeberg. Namun, saat pesawat berada di atas wilayah Kalimantan, satu anggota memutuskan tidak melompat sehingga hanya 13 penerjun yang menjalankan misi.

Target penerjunan semula berada di kawasan Sepanbiha. Namun karena kendala navigasi dan kondisi penerbangan, pasukan mendarat di sekitar Kampung Sambi, Kotawaringin. Mereka terpencar di tengah hutan lebat sebelum akhirnya berhasil berkumpul kembali beberapa hari kemudian.

Selain membawa senjata dan logistik, para penerjun juga mengemban tugas membangun jaringan komunikasi, memperkuat gerilya, serta menjaga eksistensi pemerintahan Republik Indonesia di Kalimantan yang saat itu terus mendapat tekanan dari Belanda.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan dan sebagian logistik hilang saat penerjunan, operasi tersebut berhasil menunjukkan kemampuan AURI melaksanakan misi lintas udara dalam kondisi perang.

Keberanian para penerjun payung ini kemudian menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah militer Indonesia. Peristiwa tersebut juga menjadi dasar lahirnya tradisi operasi lintas udara TNI Angkatan Udara dan dikenang setiap 17 Oktober sebagai bagian dari sejarah Pasukan Khas TNI AU.

Mayor Tjilik Riwut sendiri dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam mempertahankan Kalimantan pada masa Revolusi Kemerdekaan. Perannya tidak hanya sebagai pemimpin operasi, tetapi juga sebagai penghubung perjuangan rakyat Kalimantan dengan Pemerintah Republik Indonesia.

Sumber:

  • Dinas Sejarah TNI Angkatan Udara. 17 Oktober 1947: Operasi Lintas Udara Pertama AURI.
  • Yayasan Obor Indonesia. Awal Kedirgantaraan di Indonesia: Perjuangan AURI 1945–1950.
  • Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Monumen Palagan Sambi, Jejak Penerjunan Militer Pertama di Indonesia.