Jakarta – Sinergi antara Batalyon B Pelopor Satbrimob PMJ dan Patroli Presisi Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan 126 pemuda beserta puluhan barang bukti dalam sebuah razia gabungan di wilayah Kp. Pulo, Jakarta Timur, pada Jumat malam (13/03/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Operasi yang digelar untuk mengantisipasi gangguan keamanan selama Bulan Suci Ramadhan ini bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas sekelompok pemuda yang kerap berkumpul hingga larut malam. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pemeriksaan mendetail.

Hasilnya, petugas mengamankan 126 orang pemuda serta menyita barang bukti berupa 105 unit handphone, 9 kembang api, 2 flare, 16 batang bambu, 25 bendera, 1 klip tembakau sintetis, 1 dus minuman keras (miras), dan 47 unit sepeda motor. Dari hasil interogasi awal, para pemuda tersebut diduga baru saja menyelesaikan aksi konvoi Takjil On The Road (TOTR) di wilayah hukum Jakarta Timur sebelum akhirnya berkumpul di lokasi kejadian.

Komandan Batalyon B Pelopor, Kompol Eko Supriyanto, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan nongkrong tanpa pengawasan, terutama hingga larut malam, kerap menjadi pemicu utama terjadinya tawuran dan aksi kriminalitas jalanan. “Kegiatan seperti ini menciptakan ruang bagi gesekan antar kelompok, rivalitas identitas, dan penyalahgunaan media sosial untuk provokasi. Kami mengimbau para remaja untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kompol Eko menyoroti temuan narkoba jenis tembakau sintetis di lokasi kejadian. “Tembakau sintetis adalah narkoba berbahaya yang efeknya tidak terkontrol. Apalagi dalam kesempatan ini kami juga menemukan satu dus miras yang mengindikasikan akan adanya pesta minuman keras. Ini jelas sangat berisiko bagi kesehatan dan keamanan masyarakat,” tambahnya.

Patroli gabungan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan wilayah Jakarta Timur selama Bulan Suci Ramadhan, dengan fokus utama pada pencegahan tawuran, balap liar, serta kejahatan jalanan. Warga sekitar Kp. Pulo menyambut positif langkah tegas aparat, mengingat lokasi tersebut beberapa minggu terakhir kerap dijadikan tempat nongkrong remaja hingga larut malam, yang mengganggu ketentraman dan waktu istirahat warga.

Seluruh pemuda beserta barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga mengajak peran aktif orang tua dan lingkungan untuk bersama-sama mengawasi aktivitas anak-anak guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama bulan penuh berkah ini.